Resume Materi PKKMB Hari Pertama
unusa
Nama:Risky Fauziyah
Fakultas:Ekonomi Bisnis Dan Teknologi Digital
Prodi: S1 Manajemen
Materi 1
Tema: Mahasiswa Bebas Narkoba untuk mendukung Generasi Rahmatan Lil 'alamin
Pemateri : (Sri Artanti, S.sos, -Analis penyuluhan dan layanan informasi BNNP Jawa timur)
Hal-hal yang dapat dilakukan mahasiswa dalam upaya kampus bebas narkoba seperti membantu pemerintah melakukan penyuluhan kepada suatu desa atau masyarakat tentang narkoba, membantu dalam mengkampanyekan bebas narkoba di sekolah-sekolah dasar, menengah dan menengah atas.
Upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah a).membuat tata tertib sekolah, b).melakukan razia intensif dan spontan,
c). bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi,
d). menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan,
e).memasukkan materi tentang narkotika ke dalam kurikulum pengajaran
Materi 2
Tema: UNUSA dalam implementasi merdeka belajar kampus merdeka
Pemateri : (Prof. Kacung Marijan , Drs,M.A.,pH.D. -wakil rektor / Naufal Ilham Saputra - Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2023)
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi
salah satu terobosan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset
dan Teknologi dalam memacu sumber daya manusia yang
berkualitas dan berkarakter, karena melalui program yang
dicanangkan tersebut, diharapkan baik mahasiswa ataupun dosen
memiliki pengalaman yang berbeda yang pada akhirnya akan
memperkaya wawasan, jaringan, dan keunggulan karakter.
Program MBKM secara implisit merupakan respon
Kemdikburistek dalam rangka menyiapkan lulusan yang tangguh
dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan
teknologi yang semakin berkembang dengan pesat di era revolusi
industri 4.0, kompetensi mahasiswa harus semakin diperkuat sesuai
dengan perkembangan yang ada. Diperlukan adanya link and match
antara lulusan pendidikan tinggi bukan hanya dengan dunia usaha
dan dunia industri saja tetapi juga dengan masa depan yang semakin
cepat mengalami perubahan. Berdasarkan hal tersebut Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan telah memberlakukan kebijakan baru di
bidang pendidikan tinggi melalui program “Merdeka Belajar– Kampus
Merdeka (MBKM)” yang saat ini mulai diterapkan oleh perguruan
tinggi. Kebijakan Kemdikbud tersebut berkaitan dengan pemberian
kebebasan bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran
selama maksimum tiga semester belajar di luar program studi dan kampusnya. Kebijakan MBKM memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas
dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di
antaranya pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, riset, proyek
independen, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan, mengajar di
sekolah, dan proyek di desa/kuliah kerja nyata tematik. Selain itu,
mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk mengikuti kegiatan
belajar di luar program studinya di dalam perguruan tinggi yang
sama dengan bobot sks tertentu. Semua kegiatan tersebut dapat
dilakukan oleh mahasiswa dengan dibimbing dosen dan diperlukan
adanya perjanjian kerja sama jika dilakukan bersama pihak di luar
program studi.
Materi 3
Tema: Indonesia Emas (Mandiri dan bersatu dalam nilai gotong royong yang berintegritas)
Pemateri : (Dr .H. Emil Elestianto Dardak , B.Bus., M .Sc. - Wagub Jawa Timur)
Indonesia Emas 2045 adalah suatu upaya dalam membangun generasi emas yang dimana adalah sebuah konsep penerapan untuk menyiapkan suatu generasi penerus bangsa Indonesia pada 100 tahun emas Indonesia merdeka antara tahun 1945 sampai tahun 2045.
4 Pilar Visi Indonesia 2045 yaitu:
•Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
•Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.
•Pemerataan Pembangunan.
•Pemantapan Ketahanan
Untuk memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan Indonesia emas 2045, menurut menteri keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa ada empat syarat agar terwujudnya Indonesia emas tahun 2045 yaitu kualitas manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kelembagaan dan kebijakan pemerintah.
Materi 4
Tema: Tantangan dan peluang Mahasiswa dalam revolusi industri 4.0 dan society 5.0
Pemateri : (Dr.Ginanjar Rahmawan -Founder RMC&RNM)
Materi 5
Tema: Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik
Pemateri : (Arief Abdurahman, ST . , M.T -Institut Teknologi Sepuluh November)
Berpikir kritis merupakan proses berpikir intelektual di mana pemikir dengan sengaja menilai kualitas pemikirannya, pemikir menggunakan pemikiran yang reflektif, indepen- den, jernih dan rasional. Berpikir kritis mencakup ketrampilan menafsirkan dan menilai pengamatan, informasi, dan argumentasi.
Contoh critical thinking adalah pemecahan masalah memerlukan kemampuan berpikir kritis. Identifikasi dan analisis masalah sudah selesai, berikutnya menjalankan solusi Anda. Pengimplementasian ini berfungsi untuk mengetahui apakah solusi tersebut sudah tepat atau belum serta mencari alternatif yang dapat Anda lakukan.
Problem Solving? Pemecahan masalah atau problem solving adalah sebuah soft skill mengenai proses untuk memahami tantangan dalam bekerja untuk menemukan solusi yang efektif. Tujuan problem solving adalah menemukan solusi yang tepat dari sebuah permasalahan.
Materi 6
Tema : Mahasiswa UNUSA Berintelektual dengan anti kekerasan seksual, anti perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik
Pemateri : (Hafid Algaristian , Dr., Sp.Kj -Unusa RSI Jemursari)
Kasus pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja, di ruang publik seperti di jalan, pasar, mall, di dalam kendaraan umum, di sekolah atau universitas, dan di tempat kerja, baik swasta maupun instansi pemerintah.
Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang.
Sebelumnya, perlu diketahui apa itu perundungan. Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya. Perundungan juga membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.
lihat juga blog teman saya:
